|
Subject: Kerajaan Cina pun larang
berpakaian seksi
Date: Mon 12/11/06 01:24 AM
Apabila kerajaan Kelantan memperkenalkan
undang-undang mereka yang berpakaian seksi ,
ramailah yang melatah. Mempertahankan has asasi ,
kebebasan seorang wanita. Begitulah serong pandangan
masyakarat kita, apabila orang Islam yang membuat
peraturan yang menghentam orang Islam juga.
Tapi kenapa pada tahun 2004 , kerajaan Cina juga
mengeluarkan undang-undang berpakaian seksi, media
Malaysia tak melatah, media dunia tak melatah ?
Agaknya kalau kerajaan Cina mengenakan hukum potong
tangan mereka yang mencuri mungkin media akan
senyap. Orang Islam akan senyap, orang Melayu akan
senyap.
Berikut laporan mengenai undang-undang pakaian seksi
di Cina. Siapa yang ada masa, bolehlah tolong
terjemahkan, dan suruh orang Melayu Islam yang
melatah tadi baca.
Kalau nak ikut undang-undang kakitangan kerajaan
Cina ini, mereka tidak dibenarkan berpakaian ketat
sepertimana juga wanita Melayu sekarang ini yang
bertudung, tapi berpakaian baju serta seluar ketat
yang menampakkan susuk badan mereka.
Kalau berani persilakanlah mereka yang membela
wanita berpakaian seksi ini membuat bantahan kepada
kerajaan Cina pula.
http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/3621864.stm
China bans 'sexy' female attire
Female civil servants in eastern China have been
banned from wearing sexy clothes and told not to use
"dirty" language in the office.
Women have been asked to refrain from wearing
revealing tops and leggings as well as too much
jewellery at work, state media report.
They should "dress in a serious, proper, simple and
natural way".
The regulations are the first of their kind in the
country, says the partly state-owned China News
Service.
The clothes must not be "avant-garde and
ostentatious", the regulations announced by the
Zhejiang provincial archives bureau say.
Nor should they be "too thin and tight or showing
the under-garments".
'Elegant'
The report also recommended women should adopt
manners in line with their professional positions.
"They should use elegant language, avoid rude words
and must not in any case use dirty or strange
words," it said.
"When they receive guests or speak on the phone,
they must say 'please' and 'thank you'," the report
said.
"When they are dealing with people outside the
office, they must be mindful of the government's
image and their personal images."
Wu Ling, director of the women's commission of the
bureau, said her office formulated the rules because
more than 70 workers in the bureau's 90-strong
office were women.
"The reason why we see dressing as a priority is
because it is the first impression that people get
from the female civil servants," she said.
Syarak Mengata , Adat Menurut
Sudi-sudi layari blog saya di
http://waghih.blogspot.com
Laman web Misi Kemanusiaan
Yayasan Amal Malaysia http://www.amalmalaysia.net
Yayasan Aman Palestin http://www.amanpalestin.com
|