BALIK KE MUKA UTAMA


PEMBATALAN MEMBINA JAMBATAN, MENGHARGAI SUARA RAKYAT
Pandangan Terbuka Buat Pak Lah (Perdana Menteri Malaysia)
- Rakyat Prihatin, Perlis.

Ketika saya membaca Al-Quran dan terjemahannya (Tafsir Rahmat, H.Oemar Bakry) lepas solat Magrib, kebetulan sampai Surah Al-Anfaal (Rampasan Perang), ayat 55 hingga 65, bagaimana Nabi Muhammad menghadapi perjuangan menentang orang Yahudi di Madinah (dalam peperangan Badar).

Allah memberi petunjuk terutama sekali ketika membuat sesuatu perjanjian. Teringatlah saya bagaimana kerajaan kita terutama sekali Pak Lah, sebagai seorang Perdana Menteri menghadapi isu pembinaan jambatan antara Malaysia dengan Singapura. Pembatalan dibuat selepas kerajaan mengambil kira suara dan sentimen rakyat. Saya ingin memperturunkan maksud ayat-ayat tersebut sebagai suatu iktibar dan hikmah kepada Pak Lah dan kita bersama sebagai rakyat Malaysia menangani isu yang kontraversi itu.

Maksud ayat-ayat dari surah tersebut seperti berikut:

Ayat 55: Sesungguhnya binatang yang paling buruk menurut penilaian Allah ialah orang-orang kafir, kerana mereka tidak beriman.


Atat 56: Yaitu orang-orang yang kamu berjanji dengan mereka, kemudian mereka melanggar perjanjian yang mereka setujui itu setiap kali (mereka berjanji). Dan mereka tidak takut (akan akibat buruk dari perlanggaran perjanjian itu).
 

Ayat 57: Apabila kamu menemui mereka dalam medan perang, maka tumpaslah mereka (sehingga mereka terpisah) dari orang-orang di belakangnya. Mudah-mudahan mereka mengambil pelajaran.
 

Ayat 58: Dan jika kamu khuatirkan adanya pengkhianatan (perjanjian) dari sesuatu kaum, maka batalkanlah perjanjian itu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat.
 

Ayat 59: Janganlah orang-orang kafir menduga bahawa mereka akan lepas dari azab Kami. Sesungguhnya mereka tidak sanggup melemahkan Kami (Allah).
 

Ayat 60: Dan siaplah kekuatan sejauh mungkin yang kamu sanggup menghadapi mereka. Dan kuda yang dipelihara untuk berperang, kamu dapat menggetarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang lain selain dari mereka (musuhmu) yang tidak kamu kenal, tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu korbankan pada jalan Allah, nescaya kamu akan memperolehi balasan yang cukup dan kamu tidak akan dianiaya.
 

Ayat 61: Dan jika musuhmu cenderung untuk berdamai, maka hendaklah kamu cenderung pula pada perdamaian itu. Dan bertawakallah terhadap Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 

Ayat 62: Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya Allah itu cukup menjadi pelindungmu. Dialah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin.
 

Ayat 63: Dan Allah telah mempersatukan hati mereka. Sekiranya engkau belanjakan semua kekayaan yang ada di bumi (untuk mempersatukan hati mereka), nescaya tidak dapat kamu mempersatukan hati mereka. Tetapi Allah dapat mempersatukan hati mereka (dengan hidayah dan petunjuk-Nya). Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
 

Ayat 64: Hai Muhammad! Cukuplah Allah dan orang-orang mukmin pengikutmu menjadi penolongmu.
 

Ayat 65: Hai Nabi Muhammad! Kerahkan pada mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, (hendaknya mereka) mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada di antara kamu seratus orang, maka (hendaknya mereka) mengalahkan seribu orang kafir, kerana mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

Demikian saranan dan pujukan Allah kepada Nabi Muhammad ketika menghadapi peperangan. Ayat-ayat tersebut juga boleh dijadikan pedoman dalam perjuangan kita mempertahankan hak, harga diri dan maruah dalam isu pembinaan jambatan itu. Hayati dan ambillah iktibarnya, mudah-mudahan kita dari kalangan orang-orang yang bebnar!

- RAKYAT PRIHATIN,
Perlis.

 

 

 

Komen boleh di buat secara mudah klik sini untuk borang maklumbalas, editor1@umno-reform.com atau hubungi 012-6544762